Saturday, September 27, 2008

Sambungan Skizofren (2)

Tiga tipe simtom negatif yang diakui dalam DSM-IV sebagai inti dari skizofrenia:

  1. Affective flattening

Affective flattening adalah berbagai bentuk penurunan atau pengurangan (reduksi), atau bahkan sama sekali hilangnya respons2 afektif terhadap lingkungan, terganggu dalam menampilkan reaksi2 emosionalnya. Sering juga disebut sebagai blunted affect. Raut wajah mereka tetap tidak berubah dalam waktu yang lama, tak peduli apapun yang terjadi dan bahasa tubuhnya mungkin tidak responsibel atas apa yang terjadi di lingkungannya. Orang dengan blunted affect mungkin berbicara dengan nada yang monoton tanpa ada ekspresi emosi dan mungkin tidak melakukan kontak mata dengan orang lain.

  1. Alogia

Alogia atau kemiskinan bicara adalah pengurangan atau penurunan (reduksi) berbicara. Penderita mungkin tidak berinisiatif untuk berbicara dengan orang lain, dan jika ditanya secara langsung (direct question), ia menjawabnya dengan singkat dengan isi jawaban yang tidak berbobot. Kurang atau kerusakan berbicara mungkin menggambarkan kekurangan atau kerusakan dalam berpikir, meskipun hal itu mungkin untuk sebagian disebabkan oleh kurangnya motivasi berbicara.

  1. Avoilition

Avoilition adalah ketidakmampuan untuk bertahan pada saat2 biasa, atas aktivitas yang mengarah pada pencapaian tujuan, termasuk dalam bekerja, sekolah dan di rumah. Orang seperti ini memiliki masalah besar dalam menyelesaikan tugas2 dan adanya disorganisasi dan ketidakpedulian; nyata sekali secara penuh tidak termotivasi.

Negatif simtom dari skizofrenia dapat menjadi sulit didiagnosis secara reliabel. Karena skizofrenia meliputi ketidakhadiran perilaku, lebih banyak daripada menghadirkan perilaku tertentu yang dapat didiagnosis; negatif simtom terletak dalam kontinum antara normal dan abnormal, lebih sedikit dibandingkan perilaku yang jelas2 ganjil; negatif simtom dapat disebabkan oleh faktor dalam lainnya dari skizofrenia seperti depresi atau isolasi sosial, atau karena simtom negatif mungkin menjadi bagian dari efek pengobatan.

Skizofrenia (Schizophrenia)

Skizofrenia? Apa tuh??? Mungkin banyak yang belum mengenal istilah ini. Istilah ini adalah sebuah istilah untuk suatu ganggguan atau bisa disebut penyakit, tapi orang2 lebih banyak mengenalnya dengan istilah penyakit gila, sehingga orang yang menderita gangguan ini biasanya disebut sebagai orang gila (orgil). Penyebabnya bisa bermacam2. Ada yang karena stress, stressor, turunan, dll.

Skizofrenia merupakan kelompok gangguan psikosis atau psikotik yang ditandai terutama oleh distorsi2 mengenai realitas, juga sering terlihat adanya perilaku menarik diri dari interaksi sosial, serta disorganisasi dan fragmentasi dalam hal persepsi, pikiran dan kognisinya. Pada suatu saat, orang2 yang menderita skizofrenia ini berpikir dan berkomunikasi dengan sangat jelas, memiliki pandangan yang tepat atas realitas, dan berfungsi secara baik dalam kehidupan sehari2nya. Pada saat yang lain, pemikiran dan kata2 mereka terbalik2, kehilangan sentuhan (touch) dengan realita, dan tidak mampu memelihara diri mereka sendiri, bahkan dalam banyak cara yang mendasar.

Gambaran klinis skizofrenia

Gangguan skizofrenia terkadang berkembang pelan2 dan tidak tampak dengan jelas. Pada kasus2 tertentu, gambaran klinis didominasi oleh perasaan kurang hangat (seclusiveness), minatnya makin lama makin lemah terhadap dunia lingkungannya, dan melamun yang berlebihan serta tidak adanya responsivitas emosional (blunting of affect). Akhirnya, respons2 yang tidak selaras atau ringan saja tampil, sepertinya tidak begitu peduli terhadap properti sosial (barang2 umum milik masyarakat).

Pola2 simpton ini secara tradisional mengacu pada proses2 skizofrenia, yaitu adanya perkembangan yang gradual dari waktu ke waktu dan tidak muncul segera ketika terdapat ada stresor yang tiba2, serta cenderung untuk berjalan dengan jangka panjang. Hasil dari proses2 skizofrenia secara umum dinilai tidak baik, sangat meragukan, karena kebutuhan untuk mendapatkan penanganan (treatment) biasanya tidak ditemukan sampai pola2 perilakunya benar2 tampak sebagai perilaku sakit.

Awal dari munculnya gangguan2 aktual disebut kronik skizofrenia. Dalam keadaan lainnya, penampakan simtom2 skizofrenia bisa tiba2 dan dramatik serta ditandai oleh adanya goncangan emosional yang kuat (intense) dan kebingungan yang sangat kuat. Pola ini yang biasanya diasosiasikan dengan sumber2 stres yang bersifat aktual yang digunakan mengacu pada reactive schizophrenia atau juga disebut good premorbid atau acute schizophrenia.

Olohmasih


Banjarmasih adalah nama kampung yang dihuni suku Melayu. Kampung ini terletak di bagian utara daerah aliran sungai Kuin, yaitu kawasan Kelurahan Kuin Utara dan Alalak Selatan saat ini. Kampung Banjarmasih terbentuk oleh lima aliran sungai kecil yaitu sungai Sipandai, sungai Sigaling, sungai Keramat, sungai Jagabaya dan sungai Pangeran yang semuanya bertemu membentuk sebuah danau. Kata banjar berasal dari bahasa Melayu yang berarti kampung, atau juga berarti berderet-deret sebagai letak perumahan kampung berderet sepanjang tepian sungai. Banjarmasih berarti kampung orang-orang Melayu, sebutan dari orang Ngaju (suku Barangas) yang menghuni kampung-kampung sekitarnya. Penduduk Banjar Masih dikenal sebagai Olohmasih artinya orang Melayu sebutan oleh Oloh Ngaju (oloh = orang, ngaju = hulu) tersebut. Pemimpin masyarakat Oloh Masih disebut Patih Masih, yang nama sebenarnya tidak diketahui. Kampung Banjar Masih ini memiliki pelabuhan perdagangan yaitu Bandar Masih yang artinya bandar orang Melayu, yang berada di muara sungai Kuin, yang sekarang menjadi kawasan Pasar Terapung Muara Kuin.


Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Banjarmasin

Banjarmasin


Ngomong2 tentang kota Banjarmasin, kota ini adalah ibukota provinsi Kalimantan Selatan -tempat Q tinggal tentunya- kota Q tercinta, Banjarmasin Bungas, kota Seribu Sungai. So anak2 yang tinggal di Banjarmasin ini biasanya disebut Urang Banjar or Anak Seribu Sungai. Karena kota ini tentunya sesuai dengan sebutannya tadi terdapat banyak sekali sungai. Baik sungai2 kecil maupun besar, seperti sungai Martapura dan sungai Barito. Hari Jadi Kota Banjarmasin pada tanggal 24 September 1526 (6 Zulhijjah 932 H).


Luas wilayah kota ini 72 km² atau 0,019% dari luas wilayah Kalimantan Selatan. Jumlah penduduknya sebanyak 527.250 jiwa dengan kepadatan penduduk 7.325/km² (data yang Q dapat sih nyebutin segitu pada taon 2000, tapi ga tau ya sekarang pastinya berapa). Terletak pada 3°,15 - 3°,22 Lintang Selatan dan 114°,32 Bujur Timur, ketinggian tanahnya 0,16 m di bawah permukaan laut dan hampir seluruh wilayah digenangi air kalo lagi pasang.


Kota Banjarmasin dibelah oleh sungai Martapura dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut Jawa, sehingga berpengaruh pada drainase kota dan ini memberi ciri khas terhadap kehidupan masyarakatnya, terutama untuk pemanfaatan sungai sebagai salah satu prasarana transportasi air, pariwisata, perikanan dan juga perdagangan. Biasanya penduduk yang masih menggunakan sungai sebagai jalur transportasi menggunakan jukung n’ kelotok sebagai alat transportasinya.


Kondisi tanah di kota ini adalah tanah Aluvial yang didominasi struktur lempung adalah jenis tanah yang mendominasi wilayah kota Banjarmasin. Sedangkan batuan dasar yang terbentuk pada cekungan wilayah berasal dari batuan metamorf yang bagian permukaannya ditutupi oleh krakal, kerikil, pasir dan lempung yang mengendap pada lingkungan sungai dan rawa.


Batas-batas letak kota Banjarmasin di sebelah selatan provinsi Kalimantan Selatan yaitu : sebelah Utara dan Barat berbatasan dengan Kabupaten Barito Kuala, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Banjar. Wilayah Administratif kota Banjarmasin terdiri atas 5 kecamatan, yaitu: Banjarmasin Barat: 13,37km², Banjarmasin Selatan: 20,18 km², Banjarmasin Tengah: 11,66 km², Banjarmasin Timur: 11,54 km², Banjarmasin Utara: 15,25 km².


Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Banjarmasin


Saturday, June 14, 2008

“KHITAN BAGI LAKI-LAKI DITINJAU DARI SEGI KESEHATAN”


Di Indonesia ternyata masih banyak masyarakat yang kurang memahami dan mengetahui arti penting khitan bagi kesehatan. Khitan merupakan salah satu cara untuk memberantas penyakit kelamin pada laki-laki dan gangguan kesehatan seksual di dalam masyarakat.

Pelaksanaan khitan secara umum dimaksudkan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan alat kelamin karena preputium penis yang dipotong sehingga tercegah dari terkumpulnya smegma (zat lemak). Tampaknya smegma ini merupakan kotoran yang tidak berarti, padahal sangat berbahaya karena dapat merangsang bagi timbulnya penyakit kanker pada penis laki-laki, selain daripada itu di dalam smegma hidup suatu virus yang dapat pindah ke dalam vagina dan dapat pula menyebabkan kanker rahim melalui persetubuhan.

Definisi Khitan

Khitan juga disebut Sirkumsisi (Circumcision) dalam istilah kedokterannya. Beberapa definisi khitan menurut para ahli, antara lain:
- Menurut kamus kedokteran Dorlan, Circumcision adalah pemotongan seluruh atau sebagian     preputium, atau kulit depan.
- Menurut Arif Mansjoer, dkk. dalam bukunya yang berjudul Kapita Selekta Kedokteran,     Sirkumsisi adalah tindakan pengangkatan sebagian atau seluruh prepusium penis dengan     tujuan tertentu.
- Menurut Basuki B. Purnomo dalam bukunya yang berjudul Dasar-Dasar Urologi, Sirkumsisi    adalah membuang preputium yang menutupi glans penis menjadi terbuka.
- Menurut Ajen Dianawati dalam bukunya yang berjudul Pendidikan Seks Untuk Remaja, Khitan    ialah diguntingnya kulup yaitu lapisan kulit pada batang penis yang menutupi glans atau dapat    juga disebut preputium.

Dari beberapa definisi diatas, bisa kita disimpulkan bahwa khitan atau sirkumsisi adalah pemotongan preputium yang menutupi glans penis sehingga glans penis terbuka dengan tujuan untuk kesehatan.

Manfaat Khitan Bagi Laki-Laki

Dengan berkhitan, maka preputium yang menutupi glans penis dibuang sehingga kepala penis terbuka sama sekali. Terbukanya preputium menyebabkan glans penis selalu bersih dari zat semacam lemak yang disebut smegma yang dikeluarkan oleh preputium dan bertempat tinggal antara preputium dan glans penis. Smegma yang dikeluarkan oleh preputium bisa membusuk dan berbau.

Tampaknya smegma ini hanyalah merupakan kotoran yang tidak berarti, padahal sebenarnya sangat berbahaya, karena dapat menjadi perangsang bagi timbulnya penyakit kanker pada penis laki-laki dan kanker pada leher rahim perempuan dengan melalui persetubuhan. Bahayanya smegma bukan hanya sekedar mejadi perangsang bagi timbulnya penyakit kanker, tetapi di dalam smegma hidup suatu virus yang dapat berpindah ke dalam vagina dan dapat pula menyebabkan kanker rahim. Selain dari itu khitan juga bermanfaat untuk mencegah timbulnya penyakit kelamin. Glans penis yang selalu terbuka karena khitan menyebabkan kulit glans penis menjadi lebih tebal, keras, dan kuat dan kulit tersebut tidak mudah terserang infeksi terutama tidak mudah terjadi luka, karena penyakit syphilis.

Glans penis yang terbuka, disamping menyebabkan kulit glans penis kuat menolak penyakit juga kulit glans penis mengalami perubahan tertentu sehingga tidak begitu peka terkena sentuhan-sentuhan hal ini menyebabkan laki-laki tidak cepat terangsang mengeluarkan sperma dalam persetubuhan dan dapat lebih lama lagi merangsang wanita (istrinya) sehingga memberikan kepuasan seks yang sempurna bagi keduanya. Kepuasan seks yang sempurna penting sekali, sebab seks yang tidak dapat memberikan kepuasan dapat menyebabkan berbagai macam gangguan tubuh dan mental, baik untuk suami maupun istri. Penyakit-penyakit psychosomatic, mental jasmaniah, mempunyai berbagai macam bentuk yang berasal dari gangguan libido seksual. Manfaat lain dari khitan yaitu merupakan salah satu cara untuk mengatasi kemandulan.

Penyakit Yang Dapat Ditimbulkan Karena Tidak Dikhitan

Orang yang tidak berkhitan selaput lendir glans penis dan sulcus coronarius, karena selalu tertutup, menjadi kurang kuat daya tahannya. Disamping itu, besar kemungkinan terkumpul zat menular diantara glans penis dan preputium, sehingga besar pula kemungkinan terkena penyakit radang balanitides dan erosis. Radang inilah yang memudahkan timbulnya ulcea speciek. Apalagi sisa-sisa air kencing masih menempel disana, akan timbul bau atau aroma yang kurang sedap. Terakhir, mungkin ini akan sangat menakutkan tapi jarang terjadi, bisa juga terjadi kanker penis yang pengobatan satu-satunya dengan mengamputasi penis.

Pada orang yang tidak dikhitan, menyebabkan kepala penis tidak bersih dari zat semacam lemak yang disebut smegma yang tempatnya berada diantara preputium dan glans penis. Smegma yang lama-kelamaan ini akan membusuk dan berbau tidak sedap yang didalamnya hidup suatu virus yang tidak hanya menyerang penis juga dapat berpindah ke dalam vagina yang dapat pula menyebabkan kanker rahim.

Dengan tidak dikhitan, glans penis yang tertutup oleh preputium menyebabkan kulit glans penis (selaput lendirnya) kurang kuat menahan kuman, dan mudah terserang infeksi yang mudah sekali terjadi luka, karena penyakit syphilis, karena pada preputium merupakan tempat yang paling disukai syphilis.

Pada suami yang tidak dikhitan, smegma yang berbau dapat, yang keluar dari preputium merupakan iritasi pada waktu hubungan kelamin. Selain yang telah disebutkan diatas, orang yang tidak dikhitan (pada laki-laki) bisa menyebabkan kemandulan orang tersebut.

Intinya….

Khitan menurut kesehatan merupakan suatu tindakan pemotongan seluruh atau sebagian preputium, atau kulit depan yang menutupi glans penis sehingga glans penis menjadi terbuka dengan tujuan untuk kesehatan. Tujuan tersebut adalah untuk menghindarkan beberapa penyakit yang dapat berakibat fatal bagi seseorang terutama laki-laki. Walaupun khitan ini merupakan tindakan bedah kecil tetapi dapat sangat bermanfaat bagi orang yang dikhitan.

Dengan berkhitan, glans penis terbuka sama sekali dan menyebabkan glans penis selalu bersih dari smegma, yaitu cairan putih kental yang biasanya mengumpul diantara kulit penis (preputium) dan glans penis yang bila smegma ini tertimbun akan mudah sekali terjadinya infeksi. Biasanya yang diserang adalah bagian ujung penis yang disebut infeksi ujung penis atau balanitis. Glans penis yang selalu terbuka karena khitan menyebabkan kulit glans penis menjadi lebih tebal, keras, dan kuat dan kulit tersebut tidak mudah terserang infeksi terutama tidak mudah terjadi luka, karena penyakit syphilis.

Sedangkan untuk orang yang tidak dikhitan (pada laki-laki) selaput lendir glans penis dan sulcus coronarius karena selalu tertutup menjadi kurang kuat daya tahannya daripada laki-laki yang berkhitan. Disamping itu besar kemungkinan terkumpulnya zat menular (smegma) yang besar pula kemungkinan untuk terkena penyakit radang balanitis dan erosis. Radang ini yang memudahkan timbulnya Ulcea Speciek, apalagi jika sisa-sisa air kencing masih menempel disana akan menimbulkan bau yang kurang sedap. Terakhir mungkin akan sangat menakutkan bila terjadi peradangan kronis pada preputium dapat menyebabkan kanker penis yang pengobatan satu-satunya denga mengamputasi penis.

Pada laki-laki yang tidak dikhitan, menyebabkan glans penisnya tidak bersih dari smegma yang lama-kelamaan akan membusuk dan berbau tidak sedap yang didalamnya hidup suatu virus, bakteri, dan jamur, sehingga terjadi niche, yaitu suatu tempat yang khusus untuk memberi makan virus, bakteri, dan jamur (habitat pemberi makan), yang tidak hanya menyerang penis juga dapat berpindah ke dalam vagina yang dapat pula menyebabkan kanker rahim pada wanita (istri laki-laki tersebut).

Dengan tidak dikhitan, glans penis pada laki-laki yang tertutup oleh preputium menyebabkan kulit glans penis (selaput lendirnya) kurang kuat menahan kuman dan sangat mudah terserang infeksi yang mudah sekali terjadi luka, karena penyakit syphilis. Karena pada preputium itu merupakan tempat yang paling disukai syphilis. Selain hal diatas, pada laki-laki yang tidak dikhitan bisa menyebabkan kemandulan pada orang tersebut.

Dari segi umur, khitan yang dilakukan pada laki-laki sebenarnya tidak dipermasalahkan, namun sebaiknya menurut kesehatan yang dipandang dari segi umur dan psikologis yang idealnya yaitu berumur 7-12 tahun.

Untuk metode khitan sebenarnya ada banyak yang dapat digunakan, tetapi yang lebih sering digunakan dari segi medis adalah Teknik Sirkum dan Dorsum karena pada kedua teknik ini dipandang cepat dan mudah. Selain teknik yang telah ada, terdapat juga teknik yang menggunakan alalt-alat canggih seperti Metode Cincin, Electric Cauter, Penggunaan Laser CO2, dan Klem Plestible.

Sebenarnya metode apa saja yang digunakan dalam khitan tidaklah menjadi soal. Jika menggunakan teknik modern tetapi preputium masih merekat dan smegma tidak dibersihkan, resiko infeksi tetap dapat terjadi. Dengan teknik konvensional menggunakan gunting pun dapat memberikan hasil yang baik.

Keadaan yang sebaiknya dilakukan khitan pada laki-laki seperti: Fimosis, Parafimosis, Kondiloma akuminata, Balanitis rekuren, dan Karsinoma skuamosa pada preputium. Sedangkan yang mutlak tidak boleh dilakukan yaitu pada Hipospadia, Epispadia, Korde, Megalouretra, Webbed penis, dan kelainan darah.

Pada saat keadaan tubuh sedang demam sebaiknya tidak dilaksanakan khitan terlebih dahulu. Tetapi diobati sampai sembuh baru khitan dapat dilakukan. Karena takut resiko terjadi infeksi pada orang yang sedang demam kalau langsung dikhitan.

DAFTAR PUSTAKA

o Purnomo, Basuki. 2000. Dasar-Dasar Urologi. Jakarta : CV. Agung.
o Dianawati, Ajen. 2003. Pengetahuan Populer Remaja Pendidikan Seks Untuk Remaja.    Tangerang : Kawan Pustaka.
o Djuanda, Adhi. 1999. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta : FKUI.
o Manjoer, Arif. dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Aesculapius FKUI.
o Singh, inderbir. 1991. Teks dan Atlas Histologi Manusia. Jakarta Barat : Binarupa Aksara.
o Sjamsuhidayat, R, dan Wim de Jong. 1997. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta : EGC.
o Tim penerjemah EGC. 1996. Kamus Kedokteran Dorland. Jakarta : EGC

(Ini Q tulis dalam KTI Q pas kelas 3 SMA, coz buat KTI itu salah satu syarat to ikut UAS. Judulnya tetap dengan judul yg sama “Khitan bagi Laki-laki ditinjau dari segi Kesehatan” tapi dalam versi yang beda alias ada beberapa bagian yg di cut. h3….)

Friday, June 13, 2008

Pubertas Pada Remaja Dengan Retardasi Mental

Pubertas terjadi pada semua remaja, termasuk remaja dengan Retardasi Mental. Sebelum kita membahas tentang itu sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang apa yang dimaksud dengan Retardasi Mental. Retardasi Mental (Mental Retardation) yang biasa disingkat dengan RM, yaitu keterlambatan yang mencakup rentang yang luas dalam perkembangan fungsi kognitif dan social. RM disebut juga oligofrenia atau tuna mental. RM ialah keadaan intelegensi yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Jadi, Remaja dengan RM berarti remaja tersebut mengalami keterlambatan dalam perkembangan fungsi kognitif dan sosialnya, intelegensinya juga kurang dari remaja-remaja biasanya yang normal sejak masa perkembangannya (yang terjadi baik sejak ia lahir atau sejak masa anak). Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan pada remaja dengan RM ini, yang gejala utamanya adalah karena intelegensinya yang terbelakang tadi.

RM bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu keadaan dimana individu tersebut menunjukkan gangguan fungsi intelektualnya yang dimulai sejak masa perkembangannya yang bermanifestasi pada gangguan belajar dan gangguan penyesuaian diri dengan lingkungannya. RM bisa didiagnosis berdasarkan kombinasi dari 3 kriteria; (1) skornya rendah pada tes intelegensi formal (skor IQnya kira-kira 70 atau dibawahnya); (2) adanya bukti hendaya dalam melakukan tugas sehari-hari dibandingkan dengan orang lain yang seusianya dalam lingkup budaya tertentu; dan (3) perkembangan gangguan terjadi sebelum usianya 18 tahun.

Terjadinya RM dapat disebabkan oleh kondisi genetik (faktor keturunan) yang beberapa disebabkan gen abnormal yang diturunkan dari orang tua, kesalahan ketika perpaduan gen; atau alasan lain misalnya syndrome down, syndrome x fragile dan phenylketonuria atau tak jelas sebabnya (simpleks). Keduanya ini disebut RM primer. Sedangkan faktor sekunder disebabkan oleh faktor luar yang berpengaruh terhadap otak bayi waktu dalam kandungan atau anak-anak. Faktor luar ini antara lain infeksi atau kerusakan jaringan otak; masalah selama kehamilan; masalah waktu melahirkan, seperti tidak mendapatkan cukup oksigen; masalah kesehatan, penyakit seperti batuk pertusis, cacar atau meningitis. Selain itu bisa juga malnutrisi yang ekstrim, tidak mendapatkan perawatan medis atau karena racun seperti logam mercuri, gangguan jiwa pada masa anak-anak dan kurangnya rangsangan sosial dari lingkungan.

Klasifikasi RM dan tingkah laku adaptif yang terlihat (pada usia 6-21 tahun, pelatihan dan pendidikan) menurut DSM berdasarkan tingkat keparahannya ada 4, yaitu:
  1. RM ringan (mild), rentang IQ 50-55 sampai sekitar 70, menguasai keterampilan praktis serta kemampuan membaca dan aritmetika sampai kelas 3-6 SD dengan pendidikan khusus, dapat diarahkan pada konformitas sosial.
  2. RM sedang (moderate), rentang IQ 35-40 sampai 50-55, dapat mempelajari komunikasi sederhana, perawatan kesehatan dan keselamatan dasar, serta keterampilan tangan sederhana; tidak mengalami kemajuan dalam fungsi membaca atau aritmetika.
  3. RM berat (severe), rentang IQ 20-25 sampai 35-40, biasanya mampu berjalan, tetapi memiliki ketidakmampuan yang spesifik; dapat mengerti pembicaraan dan memberikan respons; tidak memiliki kemajuan dalam kemampuan membaca atau aritmetika.
  4. RM parah (profound), rentang IQ di bawah 20 atau 25, keterlambatan yang terlihat jelas dalam semua area perkembangan; dapat menunjukkan respons emosional dasar; mungkin berespons terhadap pelatihan keterampilan dengan menggunakan kaki, tangan, dan rahang; memerlukan supervisi/pengawasan yang ketat.

Bila kita berbicara tentang remaja dengan RM, jangan lihat usia bologisnya, tetapi lihatlah usia mentalnya. Pada kebanyakan remaja dengan RM, perubahan fisik terjadi pada usia yang sama seperti pada usia remaja normal. Bedanya, perubahan hormonal, fisik serta emosional tersebut terjadi pada anak yang tidak matang secara intelektual dan kurang perkembangan daya pikir abstraknya. Kadang-kadang dikatakan bahwa remaja dengan RM mencapai pubertasnya pada usia yang lebih tua daripada remaja yang normal. Dan perubahan-perubahan pubertas itu seringkali tidak lengkap.

Jadi, seperti remaja pada umunya, masa pubertas juga memberikan pengaruh kepada remaja RM. Selain pertumbuhan fisik kelenjar-kelenjar hormonnya juga mulai aktif bekerja khususnya hormon-hormon seksualnya sehingga muncul pula keinginan seksual pada remaja RM. Meskipun pada perkembangan fisik tidak ada masalah, tetapi pada perkembangan mental dan kepribadiannya pada remaja dengan RM memiliki keterbatasan. Remaja RM memiliki kesulitan dalam bergaul, berhubungan dengan lawan jenisnya, dalam mengendalikan emosi dan dalam mengikuti aturan-aturan. Remaja dengan RM sangat suggestible, yaitu mudah terpengaruh orang lain baik dalam arti yang baik maupun buruknya.

Masalahnya sekarang adalah bagaimana menghadapi remaja RM yang sudah mulai memasuki masa puber. Banyak orang tua menunda-nunda pengajaran tentang seksualitas kepada anak-anak mereka, terutama anak-anak dengan RM. Mereka beranggapan bahwa anak-anak mereka itu belum waktunya mendapatkan pelajaran tersebut karena mereka belum siap, mengingat mereka adalah anak-anak yang mempunyai intelegensi yang terbelakang yang akan sulit mengerti dan memahami masalah seperti itu. Padahal pendidikan seksual itu merupakan bagian dari pendidikan secara keseluruhan dari seorang anak, baik yang normal maupun yang subnormal.

Walaupun kita ketahui bahwa dalam mengantarkan anak dengan RM menuju kedewasannya membutuhkan pembinaan dan pengawasan yang ketat dan terus-menerus. Pemberian pelajaran tentang seksualitas juga perlu diberikan tidak hanya oleh orang tuanya saja, tetapi juga oleh lembaga pendidikan tempat mereka sekolah seperti sekolah anak-anak berkebutuhan khusus. Pemberian pelajaran tersebut juga perlu melihat dari tingkat keparahan yang dideritanya. Karena untuk masalah yang seperti ini, hanya yang menderita RM ringan saja yang bisa diberikan pelajaran itu. Itu juga hanya sebatas memberitahu mereka seperti pada remaja putri yang sedang mengalami menstruasi, “apabila keluar darah pada bagian ini kamu, maka kamu harus memakai ini (pembalut) pada bagian itu, dengan menunjukkan dan memberitahukan apa yang harus mereka lakukan. Tidak perlu menjelaskan apa itu menstruasi, anatomi-anatominya, dan yang lain-lain apalagi secara mendetail. Mereka hanya perlu diberikan pengarahan untuk menindaklanjuti apa yang harus mereka lakukan pada saat hal itu terjadi.

Friday, June 6, 2008

lawas kada posting nich!!!

Berhubung smlm2 sibuk banar, sibuk gawi tugas & ujian
jd kd sawat2 handak nulis lagi
berhubung kdd tulisan yg kw diposting,
dahai Q postingkan ja tulisan Q ttg Pubertas pada Remaja dg RM
(sebujurnya ini bahan gasan UTS Q smlm, tp dengan ini jg nilai UTS Q Exellent dech!! h3) 
lumayan lo kawa bagi2 ilmu & pengetahuan buat yang lain
kapan2 kena Q postingkan lagi ttg yg kaya itu,
ttg apa2 yg bisa diketahui dari ilmu psikologi